Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Perbedaan DOHC vs SOHC

11.49 Add Comment
DOHC vs SOHC
Tentu anda sudah pernah mendengar bahwa motor Honda CB150R StreetFire menggunakan teknologi DOHC. Nah pertanyaannya apakah anda mengerti arti dari singkatan tersebut ? Apakah anda tahu bahwa selain DOHC juga ada teknologi SOHC ? 

Nah, kali ini saya akan sedikit mengupas pengertian dari SOHC & DOHC :

DOHC
Pada mesin DOHC dalam satu piston memiliki dua camshaft di head cylinder. Masing masing camshaft ini menggerakkan langsung 2 katup. Dimana 2 katup mengatur masuknya bahan bakar dan 2 katup lainnya mengatur keluarnya gas buang. Dengan jumlah klep dua kali lebih banyak (2 klep masuk dan 2 klep keluar) power yang dihasilkan otomatis lebih besar, karena penyaluran bahan bakar ke mesin dan penyaluran gas buang ke knalpot lebih besar. Motor yang menggunakan mesin jenis ini antara lain: CB150R, Satria FU150, YZF-R25, Ninja 250FI.

1. Kelebihan :
Kelebihan mesin DOHC adalah dengan 4 katup yang langsung digerakkan camshaft membuat asupan bahan bakar melimpah, sehingga power mesin lebih besar dan stabil di putaran mesin (rpm) yang tinggi (torsi bekerja lebih baik pada kecepatan tinggi / top-end power).

2. Kekurangan :
– Relatif lebih boros bahan bakar.
– Biaya produksi dan perawatan lebih tinggi
– Suku cadang dan proses reparasi lebih banyak.
– Putaran bawah mesin lebih berat karena harus menggerakkan dua camshaft.
 
SOHC
Mesin SOHC hanya memiliki satu camshaft (noken as) yang berada ditengah head cylinder, sehingga mesin hanya memiliki 2 katup saja. Satu katup untuk mengatur bahan bakar masuk dan satu lagi mengatur keluarnya gas buang. Pengaturan buka tutup katup digerakkan oleh rocker arm yang terhubung langsung dengan camshaft. Motor yang menggunakan mesin jenis ini banyak sekali terutama pada motor ber cc kecil seperti matik, dan cub. Pada motor sport antara lain: Verza 150, Byson, V-ixion, Megapro, Gixxer.

Pada perkembangannya mesin SOHC dengan satu Camshaft tidak hanya berisi 2 katup saja, melainkan bisa juga ditempatkan 4 buah katup. Hal ini dilakukan dengan memodifikasi kepala rocker arm menjadi bercabang dua pada katup in dan katup ex. Dengan 4 katup, power yang dihasilkan bisa di tingkatkan, contohnya mesin YZF-R15 dan V-ixion.

1. Kelebihan :
– Mesin lebih ringan karena hanya menggunakan satu Camshaft
– Relatif Lebih Irit
– Biaya produksi dan perawatan murah.
– Torsi bekerja lebih baik pada kecepatan rendah / low-end torque)

2. Kekurangan :
– Mesin biasanya lebih berisik karena menggunakan dua buah rocker arm.
– Angka RPM (putaran mesin) rendah, sehingga top speed tidak terlalu tinggi.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa baik mesin DOHC maupun SOHC, pada prinsipnya sama yaitu untuk mengatur buka tutupnya katup. Namun untuk mendapatkan power atau torsi maksimal, baik DOHC maupun SOHC banyak sekali faktor lain yang berpengaruh, misalnya besarnya klep, besarnya sudut klep, diameter silinder dan panjangnya langkah piston (overbore/overstroke) dll.

Nah, itulah yang dapat saya share dan Semoga Bermanfaat!

Apa Itu CDI? CDI vs Platina

10.27 Add Comment
Contoh CDI Jenis CDI Racing
Pada mesin yang menggunakan karburator CDI (Capacitive Discharge Ignition atau Capasitor Discharge Ignition) berfungsi untuk mengatur waktu percikan api di busi atau sebagai pusat pengapian. CDI juga di dukung oleh pulser sebagai sensor posisi piston dimana sinyal pada pulser akan memberikan arus kepada SCR yang kemudian akan membuka, sehingga arus pada kapasitor CDI di lepaskan dimana ada aki CDI DC dan spul (CDI AC) sebagai sumber tegangan yang diolah oleh CDI.

CDI di bantu oleh Koil yang berfungsi untuk memperbesar tegangan.  Cara kerja CDI adalah mengatur percikan api di busi yang akan membakar kabut campuran bahan bakar dan udara yang telah dikompresi oleh piston dalam ruang bakar yang berhubungan dengan putaran mesin atau RPM.
Dulu CDI dinamakan platina, platina di gunakan oleh motor keluaran lama. CDI menggantikan fungsi platina pada kendaraan, CDI dan platina memiliki fungsi yang sama namun CDI berkerja secara elektrik yang di atur oleh komponen elektronik di dalamnya.

Sistem pengapian menggunakan CDI lebih baik daripada sistem pengapian yang masih menggunakan platina. Dengan CDI, tegangan yang dihasilkan lebih besar daripada platina yaitu sekitar 40 Kilo Volt dan stabil sehingga pembakaran bahan bakar di dalam ruang bakar dapat dilakukan secara efektif dan sempurna. CDI juga memiliki kelebihan lain dibanding platina yaitu CDI tidak memerlukan penyetelan atau tidak perlu di seting seperti platina.

Kelebihan CDI Dibandingkan Platina :
  1. Tidak perlu disetel atau di seting terlebih dahulu seperti pada platina karena di CDI sudah di atur secara elektrik.
  2. Stabil, dikarenakan tidak ada loncatan bunga api seperti pada platina
  3. Mesin mudah di starter, tidak seperti di mesin yang masih menggunakan platina yang saat di starter tergantung pada kondisi dari platina itu sendiri.
  4. Mudah dalam perawatan.
  5. CDI tahan guncangan dan juga tahan terhadap air
Demikian yang dapat saya share dan Semoga Bermanfaat!

Pengertian Sistem Injeksi - Apa Itu Sistem Injeski?

10.33 Add Comment
Sistem Injeksi
Sistem Injeksi merupakan suatu metode pencampuran bahan bakar dengan udara pada kendaraan bermotor untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna. Injeksi membutuhkan perangkat bernama injector, yang bertugas me-nyuplai campuran bahan bakar dengan udara. Sistem injeksi merupakan teknologi penerus sistem karburator pada kendaraan bermotor.

Apabila pada sistem karburator, kendaraan membutuhkan penyetelan yang tepat agar bisa mendapatkan campuran bahan bakar dan udara atau AFR (Air–fuel ratio)yang optimal, sistem injeksi sudah terprogram secara komputer untuk mendapatkan rasio AFR yang optimal.

1. AFR
Supaya bisa mendapatkan AFR yang optimal, injektor mengandalkan program komputer untuk mengontrol AFR nya. Perangkat elektronik yang bertugas untuk mengontrol kerja injektor ini bernama ECM atau Electronic Control Module.

2. Electronic Control Module
Electronic Control Module memiliki settingan dan kontrol yang sudah terstandar dari pabriknya. ECM ini dapat secara otomatis mengontrol besaran bahan bakar dan udara yang pas pada kondisi – kondisi cuaca tertentu. Pada motor injeksi terdapat sensor udara, sensor inilah yang nantinya membantu ECM dalam mengkalkulasi AFR yang tepat sesuai dengan kebutuhan mesin dan udara sekitar mesin. Kurang lebih seperti inilah gambaran mengenai sistem injeksi pada motor. Konsepnya sama seperti sistem karburator, karena injeksi merupakan penyempurnaan dari sistem karburator.

Nah, demikian yang dapat saya share tentang Sistem Injeksi dan Semoga Bermanfaat!

Pengertian Sistem Hidrolik

11.23 Add Comment
Hidrolik
Sistem hidrolik merupakan suatu bentuk perubahan atau pemindahan daya dengan menggunakan media penghantar berupa fluida cair untuk memperoleh daya yang lebih besar dari daya awal yang dikeluarkan. 

Dimana fluida penghantar ini dinaikan tekanannya oleh pompa pembangkit tekanan yang kemudian diteruskan ke silinder kerja melalui pipa-pipa saluran dan katup-katup. Gerakan translasi batang piston dari silinder kerja yang diakibatkan oleh tekanan fluida pada ruang silinder dimanfaatkan untuk gerak maju dan mundur.

Demikian yang dapat saya share tentang Pengertian Sistem Hidrolik dan Semoga Bermanfaat!

Pengertian Busi Serta Jenisnya

11.15 Add Comment
Contoh Busi Motor
Busi (dari bahasa Belanda bougie) adalah suatu suku cadang yang dipasang pada mesin pembakaran dalam dengan ujung elektrode pada ruang bakar. Busi dipasang untuk membakar bensin yang telah dikompres oleh piston. Percikan busi berupa percikan elektrik. 

Pada bagian tengah busi terdapat elektrode yang dihubungkan dengan kabel ke koil pengapian (ignition coil) di luar busi, dan dengan ground pada bagian bawah busi, membentuk suatu celah percikan di dalam silinder. 

Hak paten untuk busi diberikan secara terpisah kepada Nikola Tesla, Richard Simms, dan Robert Bosch. Karl Benz juga merupakan salah satu yang dianggap sebagai perancang busi. Mesin pembakaran internal dapat dibagi menjadi mesin dengan percikan, yang memerlukan busi untuk memercikkan campuran antara bensin dan udara, dan mesin kompresi (mesin Diesel), yang tanpa percikan, mengkompresi campuran bensin dan udara sampai terjadi percikan dengan sendirinya (jadi tidak memerlukan busi).

Berikut adalah daftar Jenis - Jenis Busi :

1. Busi Standar
Busi ini adalah busi bawaan pabrik, ujung elektroda terbuat dari nikel dan diameternya rata-rata 2.5 mm. Jarak pakai busi standar dapat mencapai 20.000 Km. 

2. Busi Platinum
Busi ini banyak di gunakan para pengendara yang menyukai tour/touring. Ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrode terbuat dari bahan platinum, jadi pengaruh panas ke metal platinum lebih sedikit. Diameter center electrode adalah mulai dari 0.6 mm hingga 0.8 mm. Jarak pakai busi platinum dapat mencapai 30.000 Km.
3. Busi Iridium
Busi iridium biasanya digunakan oleh motor besar 150 cc ke atas. Ciri dari busi iridium adalah ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electroda terbuat dari iridium alloy berwarna platinum buram. Diameter center electroda antara 0.6 mm hingga 0.8 mm. Jarak pakai busi dapat mencapai 70.000 Km.
4. Busi Racing
Busi racing sudah jelas di pakai untuk para pembalap, hehe. Busi jenis ini harus tahan terhadap kompresi dan temperatur yang tinggi. Jarak pakai bui racing dapat mencapai 30.000 Km. Diameter center electroda seperti jarum yang runcing.
5. Busi Resistor
Busi resistor dipakai untuk melindungi perangkat elektronik seperti speedometer dan alat elektronik lainya pada kendaraan.

Nah, itulah yang dapat sayaa share tentang Pengertian Busi Serta Jenisnya dan Semoga Bermanfaat!